PC/Steam

Performa Phantom Blade Zero di Steam Machine Oke, tapi Berat di Steam Deck

Uji coba Phantom Blade Zero menunjukkan perbedaan performa signifikan antara Steam Machine dan Steam Deck, terutama terkait stabilitas framerate.

Oleh Redaksi DDS12-Game · · 2 menit baca

Phantom Blade Zero (screenshot resmi) — ilustrasi untuk berita: Performa Phantom Blade Zero di Steam Machine Oke, tapi Berat di Steam Deck
Foto: S-GAME Publishing via Steam — Materi promosi resmi (fair use editorial)

Meskipun membutuhkan kapasitas penyimpanan yang sangat besar, hal itu tidak menghentikan orang untuk memainkan Phantom Blade Zero. Game bergenre *wuxia action* garapan S-Game Studio ini kini sedang diuji performanya pada perangkat berbasis Steam untuk melihat sejauh mana perangkat tersebut mampu menangani efek visualnya yang intens.

Kendala di Steam Deck dan Steam Machine

Berdasarkan laporan dari Rock Paper Shotgun, terdapat perbedaan performa yang mencolok antara Steam Machine dan Steam Deck. Sebelum mengetes Steam Machine, sudah ada dua tanda kurang baik: komentar pembaca yang melaporkan *glitch* berat di sistem Linux, dan Steam Deck OLED (juga berbasis Linux) yang tidak mampu menjalankan game ini dengan stabil di angka 30fps. Bahkan dengan pengaturan *Low* dan penggunaan *upscaling Ultra Performance*, pergerakan kamera yang cepat dan efek visual yang ramai menyebabkan *framerate* turun hingga ke angka belasan.

Berbeda dengan Steam Deck, Steam Machine menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Meskipun tetap butuh penyesuaian kualitas agar lancar, perangkat ini mampu memberikan performa yang lebih stabil. Menggunakan pengaturan *Medium* dengan FSR pada level *Quality*, game ini bisa berjalan di kisaran 45-60fps. Jika menggunakan pengaturan *High*, performa masih bisa dimainkan meski sesekali mengalami penurunan di bawah 40fps tanpa gangguan *bug* atau *stuttering* yang berarti.

Masalah Kontroler dan Optimasi Visual

Salah satu masalah teknis yang ditemui bukan berasal dari grafis atau SteamOS, melainkan pada penggunaan Steam Controller. Terjadi *bug* di mana tombol untuk membuka peta tidak merespons saat tutorial berlangsung. Masalah ini ternyata umum terjadi pada Steam Controller dan bisa diatasi dengan melakukan *remapping* pada tombol *Select* di pengaturan kontroler SteamOS agar berfungsi menyerupai klik *touchpad* pada kontroler PS5.

Secara keseluruhan, gameplay terasa lancar meski pada beberapa sekuens drama tinggi, pergerakan visual tidak semulus saat sedang menjelajah. Beberapa *cutscene* juga mengalami penurunan *framerate* yang cukup drastis tanpa alasan yang jelas, walaupun tidak terkunci pada 30fps. Untuk mendapatkan visual terbaik tanpa mengorbankan performa, disarankan untuk menyesuaikan pengaturan secara manual daripada hanya mengandalkan *preset*.

Beberapa saran pengaturan yang bisa dicoba meliputi: - Sesuaikan pengaturan *Dynamic Resolution Quality* dan *Super Resolution Output Scale*, karena pada pengaturan *default*, keduanya membuat tampilan game jadi lebih buruk dari yang seharusnya.

  • Di 1080p, FSR mode *Native* pun tetap menyisakan tepi yang agak kasar, jadi sekalian saja ambil tambahan *framerate* dari mode *Quality*.

Apa artinya buat gamer Indonesia?

Bagi kamu yang menggunakan perangkat genggam seperti Steam Deck, pengalaman bermain Phantom Blade Zero mungkin akan terasa menantang dan membutuhkan pengaturan grafis rendah agar tetap nyaman. Jika kamu menggunakan Steam Machine, hasil tes ini memberi gambaran bahwa game aksi berat seperti ini masih nyaman dimainkan di preset Medium. Pengguna Steam Controller juga perlu ingat trik *remap* tombol Select tadi sebelum mulai bermain.

#Phantom Blade Zero #S-Game Studio #Steam Deck #Steam Machine #PC Gaming