PlayStation

Mass Effect Baru Dibatalkan, EA Disebut Lebih Pilih Star Wars Battlefront 3

Laporan Bloomberg menyebut EA membatalkan Mass Effect berikutnya dan menutup BioWare demi fokus ke Star Wars Battlefront 3. Ini detail dan dampaknya buat fans.

Oleh Redaksi DDS12-Game · · 2 menit baca

Mass Effect™ Legendary Edition (screenshot resmi) — ilustrasi untuk berita: Mass Effect Baru Dibatalkan, EA Disebut Lebih Pilih Star Wars Battlefront 3
Foto: Electronic Arts via Steam — Materi promosi resmi (fair use editorial)

Kabar buruk buat penggemar Mass Effect. Proyek Mass Effect berikutnya dibatalkan, dan alasannya ternyata bukan soal kualitas game itu sendiri, melainkan hitung-hitungan bisnis di meja direksi Electronic Arts (EA).

Menurut laporan Bloomberg yang ditulis jurnalis Jason Schreier, EA memutuskan untuk membatalkan Mass Effect baru dan menutup BioWare karena ingin memusatkan sumber daya ke Star Wars Battlefront III.

Dua game sci-fi mahal, cuma satu yang lolos

Inti ceritanya begini. Saat EA meninjau daftar proyek beberapa bulan lalu, para eksekutif mendapati ada dua game aksi bertema sci-fi yang masing-masing diproyeksikan menelan biaya ratusan juta dolar: Star Wars Battlefront III dan Mass Effect berikutnya.

Dari dua pilihan itu, EA memilih Star Wars. Alasannya, Battlefront dianggap taruhan yang "lebih kecil risikonya dan lebih bisa diprediksi". Yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala, menurut Schreier, Star Wars Battlefront 3 sendiri bahkan belum masuk tahap pengembangan di EA DICE dan Respawn Entertainment. Jadi EA lebih memilih proyek yang belum dimulai ketimbang melanjutkan seri RPG yang punya basis fans setia.

Rekam jejak BioWare ikut jadi beban

Laporan tersebut juga menyebut faktor lain yang ikut berperan. Penerimaan Mass Effect Andromeda dan Anthem yang kurang memuaskan, ditambah penjualan Dragon Age: The Veilguard yang mengecewakan, membuat posisi BioWare makin lemah. Setelah Veilguard, Penjualan Dragon Age: The Veilguard yang mengecewakan mengakibatkan EA memangkas tenaga kerja developer RPG tersebut secara besar-besaran, dan saat studio itu ditutup pekan lalu, hanya tersisa 50 karyawan.

Meski begitu, menurut Bloomberg, pemicu utamanya tetap soal besarnya investasi yang dibutuhkan untuk merampungkan Mass Effect dan risiko yang menyertainya dibandingkan Battlefront. Schreier menutup laporannya dengan catatan bahwa anggaran game membengkak jauh lebih cepat daripada angka penjualan, sehingga perusahaan game mulai memindahkan pengembangan ke luar Amerika Utara dan hanya fokus pada franchise terbesar mereka.

Petisi fans tampaknya tak banyak membantu

Sejak kabar penutupan BioWare menyebar, komunitas Mass Effect bergerak cepat. Ada petisi online, bahkan ada yang patungan memasang billboard untuk kampanye "selamatkan Mass Effect". Sayangnya, kalau melihat isi laporan ini, keputusan EA sepertinya sudah final.

Apa artinya buat gamer Indonesia?

Buat kamu, kabar ini berarti penantian sekuel resmi kemungkinan besar berakhir di sini, setidaknya selama keputusan EA tidak berubah.

Di sisi lain, kalau kamu lebih suka shooter multiplayer, Star Wars Battlefront III jelas jadi proyek yang patut dipantau, walau perlu diingat game itu menurut laporan ini belum masuk tahap produksi. Artinya, jangan berharap game tersebut rilis dalam waktu dekat.

Pelajaran yang lebih besar: industri game AAA makin "main aman". Game dengan biaya produksi ratusan juta dolar kini dinilai murni dari potensi untung yang bisa ditebak. Buat pemain, ini bisa berarti makin sedikit IP baru atau seri niche yang berani dilanjutkan oleh publisher besar. Kabar baiknya, ruang kosong itu sering diisi studio menengah dan indie yang lebih berani bereksperimen.

#Mass Effect #EA #BioWare #Star Wars Battlefront